Planet
Sistem transportasi meniru sistem transmisi data komputer.

Ragam luas wilayah
Tahukah kita seberapa luas wilayah Indonesia ini..? Mmm… kalau terlalu luas, kita kecilkan, bagaimana dengan luas wilayah kabupaten atau kota tempat kita tinggal..? Seandainya saya diminta menjawab, saya sendiri tidak tahu berapa luas wilayah Kota Bogor dimana saya tinggal saat ini. Jika saya kemudian dapatkan angkanya, melalui versi resmi Pemerintah Kota sekalipun, saya masih belum percaya itu adalah angka sebenarnya. Mengapa demikian..?
Dari pengalaman saat membangun data spasial dibeberapa daerah, saya mengalami beragam masalah dengan angka luas wilayah ini. Di satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat misalnya, angka luas yang saya dapatkan melalui data dijital peta rupabumi Indonesia sekala 1:25.000, hasilnya sangat berbeda dengan angka luas yang diakui selama ini oleh pemerintah daerah setempat. Hal ini menimbulkan diskusi menarik dan panjang saat presentasi hasil akhir pemetaan tersebut karena adanya perbedaan angka yang menimbulkan pertanyaan beberapa hadirin.
Walaupun peta rupabumi Indonesia bukanlah peta acuan batas wilayah administrasi, tetapi saya saat itu masih berkeyakinan bahwa inilah data terakurat yang ada dibandingkan peta batas wilayah yang banyak terpampang di dinding kantor pemda setempat. Yang terpampang di dinding tersebut lebih layak disebut sebagai lukisan, karena memang tidak tampil layaknya sebuah peta standar. Angka yang “diyakini” oleh pemda selama ini bisa berasal dari berbagai sumber. Salah satu kemungkinan adalah dari perhitungan luas sebuah peta batas administrasi yang tercetak (atau tergambar?) diselembar kertas, dimana penghitungan mengunakan planimeter. Tidak ada yang salah dengan metodanya, tetapi yang harus diperhatikan kemudian adalah sumber peta dan tingkat kesalahan dalam perhitungan tadi.
Gambar batas administrasi yang terdapat pada lembar kertas tadi harus diperhatikan keterbatasannya, yang kemudian terkait dengan tingkat (akumulasi) kesalahan yang dapat terjadi. Hal-hal yang dapat diperhatikan diantaranya:
- Kualitas kertas, jika gambar yang ada adalah hasil photo copy maka kertas dapat berubah bentuk disebabkan oleh panas atau kelembaban udara, letak yang tidak tepat saat menggandakan, ataupun pengaruh optic mesin walaupun perbesaran (zoom) diset 100% alias tidak ada perubahan besar.
- Garis batas administrasi yang tertera/tercetak, dalam hal ini antara lain adalah ketebalannya. Saat menggunakan planimeter maka jarum alat yang mengikuti garis tersebut dapat mengikuti batas luar atau dalam garis, dan keduanya menimbulkan angka berbeda. Belum lagi ketelitian dalam mengikuti liku dari garis tersebut, terutama untuk daerah berbukit atau gunung. Hal ini juga dapat terjadi saat mendijitalkan data, dimana “perjalanan” petunjuk titik dari alat dijitasi sangat berpengaruh pada tingkat ketelitian.
Tingkat ketelitian dalam pembangunan data spasial dapat ditingkatkan dengan berbagai metoda pelaksanaan yang, pada umumnya, kita ketahui dan telah lakukan.
Kembali ke masalah perbedaan angka luasan. Ternyata, sekalipun data batas asministrasi telah dibangun dengan peralatan canggih, dimana digunakan data dijital dari sumber yang dapat dipercaya dan menggunakan perangkat lunak pengolah data yang bagus, tetap saja angkanya tidak dapat diterima oleh pemangku kepentingan, dalam hal ini pemda, karena adanya perbedaan dengan angka yang telah ada selama ini.
Alasan utama adalah perubahan angka luasan dapat mengubah banyak kebijakan yang telah dan sedang dilaksanakan. Kebijakan ini memang terkait dengan data luas, seperti luas daerah hutan, luas sawah atau daerah pertanian, luas perkebunan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan semua ini terkait erat dengan anggaran yang telah ditetapkan atau tengah dimanfaatkan atau yang tengah direncanakan. Lagipula angka luas wilayah harus masuk dalam Perda (Peraturan Daerah) dan ini adalah proses yang rumit.
Pengalaman saya pada tiga daerah berbeda, yaitu kabupaten di Jawa Barat, kabupaten di Sulawesi Barat, dan kabupaten di Jawa Timur, selalu mendapatkan angka luasan yang berbeda dengan yang telah di-perda-kan. Dan akhirnya adalah angka yang saya dapatkan hanya merupakan “wacana” bagi pemda, dengan penjelasan angka tersebut adalah hasil dari kajian keilmuan geografi yang memanfaatkan Sistem Informasi Geografis yang canggih itu…
Mmm… terbersit selintas, bahwa luas wilayah dengan “batas yang sangat teliti” pun masih akan menghasilkan angka yang berbeda-beda. Mengapa..?
Dalam perhitungan luas dalam keruangan harus juga memerhatikan luas dari “bentuk permukaan wilayah” (morfologi) yang dihitung, apakah pendekatannya dalam dua-dimensi atau tiga-dimensi.

Ilustrasi batas wilayah dalam 3D dan 2D
Untuk daerah yang bergunung tentunya perhitungan luas harus memerhatikan bentuk tiga-dimensi. Contoh dari daerah seperti ini adalah kabupaten Bogor yang mempunyai Gunung Salak dan Gunung Pangrango, kabupaten Lombok Timur yang sebagian wilayahnya adalah Gunung Rinjani, dan kabupaten Banyuwangi yang sebagian wilayah utaranya adalah Gunung Ijen.
Sementara itu daerah yang relatif rata dapat dilakukan pendekatan dua-dimensi saja. Contoh daerah seperti ini adalah Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Kutai Timur.
Bener gak ya pendekatan ini…?
Dengan pendekatan perhitungan yang berbeda ini, janganlah heran jika luasan wilayah se-Indonesia dijumlahkan semua maka luasnya akan lebih dari luas daratan Indonesia yang saat ini diakui ada…
: )
Posted in Notas rápidas, Patee del rincón Tagged: 3d, 3D analyst, GIS, peta, SIG, Wilayah
Supernova T Pyxidis dapat menhancurkan kehidupan di bumi !

Bikers Kok disuruh lewat tol
Teman saya pernah berkomentar seperti ini:"Bikers Kok disuruh lewat tol" saat ia sedang mengendarai motor dan berkali-kali diminta oleh GPS-nya untuk masuk ke jalan tol. Entah apakah dia akhirnya memarahi GPS-nya atau tidak?Bagaimana agar GPS anda (bila anda bikers) tidak memberikan arah untuk masuk ke jalan tol?
1. Buka jendela Setup Menu
2. Klik Routing
3. Pindahkan kursor ke tombol Follow Road Options…
4. Centang Toll Roads
5. Selesai
6. Selamat menunggangi motor anda, Please safety thinks.▲
Untuk komentar klik disini.
Kereta super canggih, tetapi bukan super cepat

Mengukur Jarak di Peta Berdasarkan Skala Secara Otomatis Menggunakan Online Scale Calculator
- Download Gratis Peta Kota Makasar Skala 1:5.000 Di web GIS Data Download tersedia Peta Kota Makasar yang bisa di download secara...
- Dasar Penggunaan Field Calculator di ArcMap Setelah memahami data type attribute tabel di ArcMap, selanjutnya adalah memahami penggunaan fungsi operasi pada...
- ESRI ArcNews Kini Tersedia Secara Online ESRI baru saja mengumumkan bahwa ArcNews yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi majalah cetak,...
- Tutorial ENVI Tersedia Secara Online Buat Anda yang ingin belajar ENVI, tutorial ENVI sebenarnya tersedia secara online. Namun tutorial...
- Konversi Data Vektor GIS-GPS-KML Secara Online Konversi data vektor dari data GIS ke KML secara online sebelumnya sudah pernah saya posting...
Waduk Sermo (SERM-o) yang menyimpan misteri

The International Geosphere-Biosphere Programme Science Series




The International Geosphere-Biosphere Programme (IGBP) merupakan program penelitian yang melakukan studi tentang perubahan global yang berhubungan dengan pemanasan global dan perubahan iklim.
IGBP bertujuan untuk memberikan pengetahuan ilmiah kepada masyarakat agar kehidupan di bumi berlangsung secara berkelanjutan. IGBP melakukan penelitian-penelitian tentang Biologi, Kimia, dan proses fisiknya yang berhubungan dengan kehidupan manusia.
agar hasil penelitian-penelitian tersebut berguna bagi masyarakat luas, telah banyak buku-buku dan laporan-laporan yang dibuat seperti laporan “Science series” yang bisa di download di bawah. kumpulan dari “science series” ini merupakan suatu tulisan ilmiah yang mudah dipahami dan sangat berguna bagi kepentingan pengambil kebijakan dan memanajemen sumberdaya masyarakat tentang pemahaman ilmiah dari bidang pengetahuan sistem bumi.
silahkan mendownloadnya pada link-link di bawah.
Download (1.12 MB)
No. 5. Marine Ecosystems and Global Change
Edited by Manuel Barange and Roger Harris. Stockholm: IGBP, 32pp. (2003)
Download (1.32 MB)
No. 4. Global Change and the Earth System: A planet under pressure.
The Global Environmental Programmes. Edited by Will Steffen and Peter Tyson. Stockholm: IGBP, 32pp. (2001) (1.3 MB)
Download (2.08 MB)
No. 3. Environmental Variability and Climate Change. PAGES.
Edited by Keith Alverson, Raymond Bradley and Thomas Pedersen. Stockholm: IGBP, 31pp. (2001) (2 MB)
Download (2.81 MB)
No. 2. Ocean Biogeochemistry and Global Change. JGOFS.
Edited by Beatriz M. Baliño, Michael J. R. Fasham and Margaret C. Bowles. Stockholm: IGBP, 32pp. (2001) (2.8 MB)
Download (2.05 MB)
No. 1. The Terrestrial Biosphere and Global Change: Implications for Natural and Managed Ecosystems.
A Synthesis of GCTE and Related Research (1997). Edited by B. Walker and W. Steffen. Stockholm: IGBP, 31pp. (2 MB)

Felist Analyst : LIDAR Tool untuk ArcMap
- Video Tutorial ArcGIS : Spatial Analyst (Bagian 1) Video tutorial ArcGIS yang bisa di download gratis untuk dipelajari kali ini adalah...
- Video Tutorial ArcGIS : Spatial Analyst (Bagian 3) Pada Video tutorial ArcGIS Spatial Analyst yang bisa di download gratis bagian ke-3 ini...
- Video Tutorial ArcGIS : Spatial Analyst (Bagian 2) Video tutorial ArcGIS Spatial Analyst yang bisa di download gratis bagian ke-2 ini terdiri...
- Video Tutorial ArcGIS : 3D Analyst (Bagian 3) Pada Video tutorial ArcGIS 3D Analyst yang bisa di download gratis bagian ke-3 ini...
- Menggunakan ArcGIS Spatial Analyst Toolbar Untuk Menghitung Cut and Fill Untuk menghitung Cut and Fill, peta dibuat berdasarkan masukan dua data raster surface (Before...
Strategi Marketing Informasi Spasial
Strategi Marketing Informasi Spasial
Dr.-Ing. Fahmi Amhar
Peneliti Teknologi Pemetaan Digital Bakosurtanal
Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 46 Cibinong
Telp/fax. 021-87901254 email: famhar @telkom.net
Abstrak
Strategi marketing menurut Hermawan Kartajaya (one of “Marketing Guru”, who shaped the world of marketing) dapat dringkas dalam 9 prinsip. Prinsip-prinsip ini ternyata bisa diterapkan dalam berbagai aplikasi, baik di perusahaan besar, BUMN, jasa konsultasi, professional, bahkan hingga sampai ke personal (misalnya bagi seseorang yang ingin menjalani satu karier tertentu).
Pada tulisan ini 9 prinsip itu dicoba diterapkan untuk meningkatkan “daya jual” kemampuan penyediaan data, informasi dan solusi spasial dari dunia data spasial, khususnya Bakosurtanal.
Gambar 1. Sketsa model 9 prinsip dalam marketing
Prinsip 1 – 3: Explore MIND SHARE
Prinsip-1 (mapping strategy) : Segmentation
– View Your Market Creati...
About
Planet Geo Indonesia is a GIS/geo- related blog aggregator, written by Indonesian bloggers and mostly in Indonesian Language... read on »
Contributors
Except otherwise noted BK and Geografiana.com has no affiliation whatsoever with the authors. All materials, links, copyrights, opinions expressed in each blog solely belongs to the original authors.
Got something to say?
Link to this site
Feel free to use this image to promote this planet on your website/weblog, you can simply copy-and-paste the code below:

All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.




