Planet Geo Indonesia

Indonesian GIS & Geo-related blogs aggregator
Agregator blog GIS & Geo Indonesia

Fahmi Amhar

Syndicate content Fahmi@Multiply
Assalaamu'alaikum!

Hi, my name is Fahmi. I 'm learning to write and publish my mind, experience and opinion through this blogs. I hope this "small-sense" will multiply to "big-sense" - and not mutate to "non-sense" :-)

Currently I 'm senior researcher for spatial information technology @ Indonesian National Coordinating Agency for Surveys & Mapping (Bakosurtanal). I 'm also lecturer in some universities and inspiration trainer for some company, institutes, and NGOs. In my job, I write many scientific articles for several occassion (I plan to put all of them in this blogs), but I like also to write poems, lyrics, stories and humors. But sorry, most of them are in Indonesian. ....
Updated: 3 weeks 1 day ago

PENGUASA SESUNGGUHNYA

22 October, 2009 - 17:11

 

Sekarang banyak orang silau,

Jadi pejabat apalagi menteri oh alangkah enaknya,

Dan banyak orang yang risau,

Kenapa bukan dia yang duduk di sana ...

 

Padahal yang sudah pernah di sana tahu faktanya,

Jabatan resmi tidak otomatis berkuasa nyata,

Karena terlalu banyak persoalan tidak dikuasainya,

Terlalu banyak aturan tak pernah dibacanya,

Dia bergantung pada orang-orang di sekelilingnya,

Padahal terlalu banyak orang tidak dikenalnya.

 

Pejabat yang cuma gila harta dan tahta,

Semua itu tidak memusingkannya,

Tetapi pejabat yang masih punya rasa,

Membuatnya serasa dihimpit benua.

 

Bayangkan kau jadi menteri ekonomi,

Tetapi semua pidatomu harus dibuatkan Bank Dunia,

Sehingga kalau kau bicara tanpa teks tentang ekonomi rakyat,

Habis itu hampir pasti kau didamprat.

 

Bayangkan kau jadi menteri olahraga,

Tetapi pembantumu harus ustad-ustad,

Kemudian mereka harus membuka acara,

Festival voli pantai dengan gadis-gadis yang membuka aurat.

 

Bayangkan kau jadi mente...


Di saat "demokrasi" sedang "trendy"

21 October, 2009 - 12:50

Fahmi Amhar

Di saat "demokrasi" sedang "trendy"
Di saat "hak asasi manusia" sedang menjadi "paradigma"
Di saat "pasar bebas" sedang rame-rame menjadi "alat pemuas"
Di saat "perang melawan terorisme" sedang menjadi "pembenaranisme"
Di saat itulah kau diuji
Apakah kau "ikut pada yang banyak" - atau kau ikut pada hati nurani ....

Kami tidak setuju dengan diktator ataupun otokrasi,
Sebagaimana kami juga tidak setuju anarki maupun demokrasi,
Yang kami inginkan hanya sebuah kedaulatan hakiki anak negeri,
Untuk mewujudkan perintah-perintah ilahi menjadi rahmat di bumi ini ...

Kalau kalian bingung dengan sikap mereka, kawan,
Jangan gegabah menuduh mereka pengkhianat ataupun lawan,
Mereka tidak pernah melakukan korupsi ataupun kekerasan,
Ajak mereka bicara, coba cerna apa yang mereka katakan,
Mereka tidak akan memaksamu mengikuti yang mereka inginkan,
Sebagaimana kalian tak akan mampu memaksakan pikiran kalian,
Karena pemikiran hanya dapat dikalahkan oleh pemikiran,
Dan sejarahlah yang akan m...


Arsitektur Islam tak hanya Masjid Sentris

21 October, 2009 - 12:45

Dr. Fahmi Amhar

 

Pada saat ini perumahan bernuansa Islam sedang naik daun, nge-trend dan “selling”.  Orang-orang berduit tidak merasa sayang untuk invest bagi anak-anaknya sesuatu yang bisa membuat mereka lebih sholeh.  Namun kalau ditelisik mendalam, isu perumahan dan arsitektur Islam ini rupanya baru sebatas pada sesuatu yang “masjid sentris” atau Arab sentris.  Di daerah Bogor ada perumahan kelas menengah ke atas yang icon utamanya adalah sebuah masjid sangat megah, yang sanggup menampung hampir 30 ribu jama’ah zikir.  Pada saat ini, yang sholat di situ sehari-hari belum ada hitungan satu shaf.

Tentu saja tidak ada yang salah pada minat (ghirah) yang meningkat pada Islam.  Namun alangkah baiknya bila ini diisi dengan pemahaman yang tepat. Dengan demikian pengembangan arsitektur Islam tidak terhenti pada telah berdirinya suatu perumahan yang bermasjid di tengahnya (masjid tak lagi di lahan marginal) atau bentuk arsitektur dengan bentuk-bentuk geometris ...


Ketika Bencana tak hanya diratapi dengan doa

21 October, 2009 - 12:30

Dr. Fahmi Amhar

 

Indonesia bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam dan manusianya yang ramah, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah.  Kita berada tepat di batas-batas lempeng Eurasia, Hindia, Australia dan Pasifik.  Kita punya 129 gunung api aktif.  Semua ini berpotensi gempa, longsor, tsunami dan erupsi yang mampu menghancurkan kehidupan dalam seketika, sebagaimana baru saja terjadi di Sumatera Barat dan Jambi tahun 2009 ini.  Kita juga berada di persimpangan angin dan arus laut antara Asia – Australia dan antara Hindia – Pasifik.  Maka bencana banjir, abrasi gelombang pasang, puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan juga rajin berkunjung.  Namun, kenyataannya bangsa ini masih belum banyak belajar.  Seharusnya mereka adalah maestro-maestro dunia dalam menghadapi bencana.  Seharusnya bangsa-bangsa sedunia banyak belajar ke Indonesia.  Namun yang terjadi, bala bencana baru dihadapi dan dirat...


Negeri Kincir Angin pertama bukan Belanda

21 October, 2009 - 10:40

Dr. Fahmi Amhar

 

Apa yang anda pikirkan tentang kincir angin?  Energi alternatif, yang bersih dan terbarukan?  Negeri Belanda nan elok yang dijuluki Negeri Kincir Angin, karena sejak berabad-abad telah secara massif menggunakan kincir angin baik untuk menggiling gandum maupun untuk memompa air demi mengeringkan negerinya yang lebih rendah dari laut?  Apapun yang anda pilih, bila anda menyangka Negeri Belanda adalah negeri kincir angin pertama, boleh jadi anda keliru.

Yang benar, negeri kincir angin pertama-tama pastilah suatu wilayah dalam Daulah Khilafah.  Daulah Khilafah memiliki banyak wilayah yang kering, di mana air saja cukup langka, apalagi sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.  Karena itu, di daerah yang kekurangan air tetapi memiliki angin yang stabil, kincir angin dapat dikembangkan sebagai alternatif sumber energi untuk industri.  Pengembangan teknologi kincir angin dimuat jelas dalam Kitab al-Hiyal  karya Banu Musa be...



Press Release: Free Download Peta-peta Kawasan Bencana

5 October, 2009 - 16:02

Menyusul gempa 7.6 SR yang meluluhlantakkan kota Padang dan sebagian wilayah Sumatera Barat dan Jambi, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) telah mengirim peta-peta kawasan bencana ke wilayah bencana.  Peta-peta yang terdiri dari peta rupabumi 1:10.000 sebanyak 41 nomor lembar peta, peta dinding Sumatera Barat, Bengkulu dan Jambi, Atlas Pariwisata dan peta Citra sebanyak 16 nomor ini akan digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengidentifikasi sebaran kerusakan untuk mempermudah tim penolong baik selama tanggap darurat maupun dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya.  Peta-peta tersebut juga telah diupload pada website BAKOSURTANAL (www.bakosurtanal.go.id) untuk free-download, sehingga para pemberi bantuan dari seluruh dunia dapat menggunakan data spasial yang standar, yang lebih akurat dari data-data sejenis yang telah ada di internet.  BAKOSURTANAL juga segera mengirim tim untuk membantu BNPB dalam menggunaka...


Industri Islam tak hanya Perangkat Ibadat

22 August, 2009 - 11:57

Dr. Fahmi Amhar

 

Kira-kira apakah yang akan dipamerkan dalam suatu pameran perdagangan atau industri Islam?  Beberapa waktu yang lalu ada pameran seperti itu di Jakarta, tidak tanggung-tanggung, judulnya “islamic world trade fair”, pekan raya perdagangan dunia islam. 

Jawabannya seperti telah diduga: perangkat ibadat seperti busana muslim / muslimah, sajadah, tasbih, minyak wangi non alkohol, halal-food, hiasan Islami seperti kaligrafi dan sejenisnya, serta biro jasa umrah dan haji plus.  Padahal banyak orang berharap acara itu akan menjadi ajang pertemuan para industriawan dari negeri-negeri Islam.  Mungkin dari Indonesia tampil industri agro, garmen, semen hingga industri pesawat; dari negara-negara Timur Tengah industri petrokimia, dari Malaysia industri otomotif dan dari Iran industri pertahanan.  Tapi entahlah, mungkin para industriawan masih merasa acara itu bukan ajang mereka, atau sebaliknya, penyelenggara memang hanya membidik segmen sempit, yak...


Ekonomi Umat tak hanya Zakat

22 August, 2009 - 11:55

Dr. Fahmi Amhar

 

Menjelang pilpres lalu muncul gagasan ekonomi rakyat sebagai antitesis isu neoliberal yang menghinggapi salah satu cawapres.  Selain ekonomi rakyat, ada istilah “ekonomi umat” – yang berkonotasi ekonomi yang dekat dengan pemeluk agama mayoritas negeri ini, yaitu umat Islam, yaitu ekonomi rakyat yang memperhatikan aspek halal-haram.  Ekonomi umat juga sering disebut ekonomi syariah.  Sejak hampir dua dekade ini, ekonomi syariah mengalami booming.  Bank-bank syariah bermunculan.  Disusul asuransi syariah, dan kini bahkan ada gagasan membuat pasar modal syariah.  Namun volume perbankan syariah dalam realita baru sekitar 2% dari volume perbankan nasional.  Dan masih banyak orang yang memandang bahwa ekonomi syariah adalah ekonomi yang menjadikan norma-norma ahlaq sebagai basis, ekonomi yang bebas riba dan mendorong zakat, wakaf, infaq dan shadaqah.  Akibatnya ekonomi syariah dianggap sudah terbangun dengan adanya UU zakat, UU p...


Ekonomi Umat tak hanya Zakat

22 August, 2009 - 11:55

Dr. Fahmi Amhar

 

Menjelang pilpres lalu muncul gagasan ekonomi rakyat sebagai antitesis isu neoliberal yang menghinggapi salah satu cawapres.  Selain ekonomi rakyat, ada istilah “ekonomi umat” – yang berkonotasi ekonomi yang dekat dengan pemeluk agama mayoritas negeri ini, yaitu umat Islam, yaitu ekonomi rakyat yang memperhatikan aspek halal-haram.  Ekonomi umat juga sering disebut ekonomi syariah.  Sejak hampir dua dekade ini, ekonomi syariah mengalami booming.  Bank-bank syariah bermunculan.  Disusul asuransi syariah, dan kini bahkan ada gagasan membuat pasar modal syariah.  Namun volume perbankan syariah dalam realita baru sekitar 2% dari volume perbankan nasional.  Dan masih banyak orang yang memandang bahwa ekonomi syariah adalah ekonomi yang menjadikan norma-norma ahlaq sebagai basis, ekonomi yang bebas riba dan mendorong zakat, wakaf, infaq dan shadaqah.  Akibatnya ekonomi syariah dianggap sudah terbangun dengan adanya UU zakat, UU p...



All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.