Peta Hijau
Pernyataan Sikap Peta Hijau terhadap Green Festival
Peta Hijau – Green Map Indonesia menyatakan menolak dukungan pada penyelenggaraan acara Green Festival di Jakarta pada tanggal 5 – 6 Desember 2009 yang diselenggarakan oleh Green Initiative Forum (GIF). Dalam keanggotaan GIF terdapat pihak/perusahaan/kelompok tersangka perusak lingkungan alam hutan di Indonesia, yakni Sinar Mas, yang dengan keikutsertaannya dalam penyelenggaraan ajang Green Festival telah menciderai semangat dan prinsip konsistensi perjuangan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Peta Hijau – Green Map Indonesia telah mendorong komunitas anggotanya untuk tidak terlibat, baik sebagai peserta maupun sebagai mitra, dalam ajang ini. Keikutsertaan komunitas Peta Hijau Jakarta dalam ajang ini pada tanggal 5 – 6 Desember 2009 adalah keputusan yang di luar tangung jawab Peta Hijau – Green Map Indonesia. Berdasarkan mekanisme dalam organisasi jaringan nasional ini, setiap komunitas anggota di daerah memiliki otoritas masing-masing dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan. Atas dasar itu, Peta Hijau – Green Map Indonesia menghargai keputusan Peta Hijau Jakarta dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas konsekuensi dari keterlibatan Peta Hijau Jakarta dalam ajang Green Festival.
Pernyataan sikap ini telah dikomunikasikan kepada seluruh komunitas Peta Hijau di Indonesia dan mendapatkan dukungan dari perwakilan komunitas Peta Hijau di Yogyakarta, Semarang, Malang, Sanur (Bali), Medan dan Samosir, serta para pegiat Peta Hijau Jakarta secara personal.
Demikian surat pernyataan sikap ini dibuat untuk diketahui oleh masyarakat.
Yogyakarta, 6 Desember 2009
Elanto Wijoyono
Koordinator
Peta Hijau – Green Map Indonesia
Ride Jogja!
Kembali Bersepeda untuk Jogja yang Lebih Nyaman

Ride Jogja adalah bagian dari sebuah gerakan global bernama Ride Planet Earth yang lakukan sebagai respon atas berlangsungnya konferensi Negosiasi Perubahan Iklim PBB di Copenhagen, Denmark pada bulan Desember 2009 ini. Proyek ini telah mendorong banyak kota di dunia untuk melakukan kegiatan bersepeda bersama-sama dalam satu waktu yaitu tanggal 6 Desember 2009, mengingat sehari setelahnya konferensi yang berusaha menegosiasikan upaya pengurangan emisi karbon di seluruh dunia akan dimulai. Kegiatan bersepeda di kota-kota ini menjadi bagian dari petisi untuk mengingatkan dan mendesak bahwa perubahan iklim adalah nyata, pengurangan emisi gas rumah kaca harus dilakukan, dan mengubah perilaku mobilitas yang lebih hemat energi dan berkelanjutan. Sepeda adalah sebuah pilihan bijak untuk mobilitas yang ramah lingkungan.
Jakarta dari Mata Warga Muda
Kesan dari Jelajah Hijau di Minggu Pagi
Perjalanan dari Senayan hingga Lapangan Monas tentu saja bukan lagi pengalaman yang asing bagi sebagian besar warga Jakarta. Ruas Sudirman - Thamrin - Medan Merdeka yang menjadi poros utama kota Jakarta menghubungkan dua tempat itu. Jutaan manusia dengan beragam moda transportasi setiap hari berlalu melewatinya. Pemandangan yang megah terbingkai dari kokohnya bangunan gedung pencakar langit yang memenuhi cakrawala amatan. Ketika melaluinya, pernahkah terpikir oleh kita untuk coba tahu lebih dalam kisah apa sajakah yang bisa didapatkan di antara poros utama ibukota ini. Riyani Pakpahan dan Gracie Emerentiana, dua relawan muda Peta Hijau Jakarta yang turut dalam jelajah Peta Hijau Jakarta dari Taman Kridaloka Senayan hingga Taman Prasasti di Tanah Abang pada hari Minggu (22/11/2009) lalu menuliskan kesan pengamatan dan pengalaman mereka dalam dua catatan terpisah. Pengalaman yang terbuka bagi siapa saja untuk mendapatkannya pula. Inilah catatan mereka yang dimuat secara berturutan.
Menilik Sejarah Kampung Bumen Melalui Peta
Kegiatan Yayasan Pondok Rakyat di Kotagede

Pada hari Minggu, 8 November 2009 Acara Srawung Kampung di Kotagede, Yogyakarta menggelar dua kegiatan. Kedua acara tersebut ialah ”Workshop Mengenal Lingkungan Hidup” yang diselenggarakan bersama Komunitas Peta Hijau Yogyakarta dan ”Pustaka Tiban” yang menggandeng komunitas 1001 Buku, ICBC, PKBI, BIBLIO, Mobil Perpustakaan Keliling Galang Press, dan Mobil Perpustakaan Keliling USC Satunama.
Pukul sembilan pagi panitia menyiapkan pendapa yang akan dijadikan tempat workshop dan lapangan yang akan menjadi area Pustaka Tiban. Saat itu pula panitia mengingatkan warga lewat pengeras suara di masjid untuk menghadiri acara Srawung Kampung hari ini. Setelahnya, empat orang anggota Komunitas Peta Hijau Yogyakarta datang. Mereka adalah Lieke, Sita, Inu, dan Vinsen.
Semangat Baru Arek Ngalam
Lokakarya Peta Hijau di Gunung Kawi, Malang
Malang bukan pemain baru dalam peta hijau di Indonesia. Namun, mereka telah lama tanpa kabar. Gerak pertama komunitas Peta Hijau Malang dimulai pada tahun 2003 ketika tim Peta Hijau Yogyakarta membantu menginisiasi peta hijau di kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Lepas lokakarya, bukan peta yang langsung terwujud, melainkan sebuah sistem website yang beralamat di http://greenmap.or.id atas inisiatif arek-arek "Ngalam" (kebalikan nama Malang yang lazim digunakan anak muda Malang) itu. Komunitas Peta Hijau Malang baru kembali menggeliat usai Pertemuan Nasional Peta Hijau 2007 di Mojokerto. Proses pemetaan kampus coba digagas kembali. Namun, langkah itu tak berlangsung lama karena anggota tim mulai terpencar setelah lulus kuliah. Pada akhir tahun 2009 ini, sebuah strategi baru dicoba kembali. Komunitas Peta Hijau Malang siap tampil.
Jelajah Weltevreden Peta Hijau Jakarta
Dalam rangkaian kegiatan “Cinta Jakarta dengan Peta Hijau” yang berlangsung sejak 10 - 25 Oktober 2009, komunitas Peta Hijau Jakarta mengadakan jelajah pada tanggal 18 Oktober 2009. Tur ini kerjasama dengan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dalam rangka “Panca warsa dan Temu Pusaka 2009”. Jelajah pusaka ini berupa napak tilas jejak sejarah pusat kota Jakarta di masa Hindia Belanda, setelah berpindah dari Oud Batavia (Kota Tua) ke Weltevreden (Gambir dan sekitarnya) Jakarta Pusat. Rutenya adalah menelusuri Jalan Veteran I – Taman Silang Monas – Pasar Gambir– Galeri Nasional – Departemen Luar Negeri – Lapangan Banteng – Gedung Kesenian Jakarta – Passer Baroe .
Apa yang Tersisa dari Pameran Peta Hijau Jakarta?

Ikuti Rangkaian Kegiatannya di Jalan Veteran, Jakarta Pusat
Pameran Peta Hijau Jakarta sudah berjalan lebih dari satu minggu. Masih ada satu minggu ke depan, apa lagi yang masih tersisa? Satu minggu terakhir, ada banyak aktivitas setiap harinya, maka jangan ketinggalan info di bawah ini.
Pameran Peta Hijau (10 - 25 Oktober 2009)
Pada acara ini akan dipamerkan 6 edisi Peta Hijau Jakarta serta hampir seluruh peta hijau yang pernah dibuat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Peta Hijau Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Kota Gede, Borobudur, Solo, Surabaya, Malang, Makassar, Ternate, dan Buton. Selain itu juga akan ada beberapa peta hijau yang dibuat oleh kota-kota di luar negeri.
Cinta Jakarta dengan Peta Hijau

Dalam rangka jelang peringatan 10 tahun Peta Hijau Jakarta (PHJ) tahun depan, komunitas PHJ menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang meliputi pembuatan peta hijau, tur peta hijau dan pameran peta hijau. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah Pameran Peta Hijau, mulai tanggal 10 hingga 25 Oktober 2009, yang digelar di Sekretariat Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Jl. Veteran I No. 27 Jakarta Pusat.
Meninjau Kota Sepeda dari Sudut yang Tepat
Langkah Lanjut Kegiatan Peta Hijau Sahabat Sepeda Yogyakarta
Kalimat berita tanpa subjek di atas sejatinya adalah sebuah kalimat pertanyaan. Setelah euforia bersepeda kembali terbit di kota Yogyakarta dalam kurun waktu paling lama dua tahun terakhir, hal apa saja yang bisa kita nilai dari perkembangan yang ada itu? Ada beragam pertanyaan yang muncul yang harus segera disikapi.

About
Planet Geo Indonesia is a GIS/geo- related blog aggregator, written by Indonesian bloggers and mostly in Indonesian Language... read on »
Contributors
Except otherwise noted BK and Geografiana.com has no affiliation whatsoever with the authors. All materials, links, copyrights, opinions expressed in each blog solely belongs to the original authors.
Link to this site
Feel free to use this image to promote this planet on your website/weblog, you can simply copy-and-paste the code below:

All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.




