Planet Geo Indonesia

Indonesian GIS & Geo-related blogs aggregator
Agregator blog GIS & Geo Indonesia

Planet

Negeri Kincir Angin pertama bukan Belanda

Fahmi Amhar - 21 October, 2009 - 10:40

Dr. Fahmi Amhar

 

Apa yang anda pikirkan tentang kincir angin?  Energi alternatif, yang bersih dan terbarukan?  Negeri Belanda nan elok yang dijuluki Negeri Kincir Angin, karena sejak berabad-abad telah secara massif menggunakan kincir angin baik untuk menggiling gandum maupun untuk memompa air demi mengeringkan negerinya yang lebih rendah dari laut?  Apapun yang anda pilih, bila anda menyangka Negeri Belanda adalah negeri kincir angin pertama, boleh jadi anda keliru.

Yang benar, negeri kincir angin pertama-tama pastilah suatu wilayah dalam Daulah Khilafah.  Daulah Khilafah memiliki banyak wilayah yang kering, di mana air saja cukup langka, apalagi sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.  Karena itu, di daerah yang kekurangan air tetapi memiliki angin yang stabil, kincir angin dapat dikembangkan sebagai alternatif sumber energi untuk industri.  Pengembangan teknologi kincir angin dimuat jelas dalam Kitab al-Hiyal  karya Banu Musa be...


Citra Satelit GeoEye-1 Kota Surabaya di Google Earth

IniGIS - 21 October, 2009 - 09:49
Update image di Google Earth untuk bulan Oktober ini. Sejak kemarin, Kota Surabaya dan bagian selatan Kabupaten Bangkalan Madura kebagian update citra satelit GeoEye-1 dengan tanggal rekam 12 September 2009 di bagian utara dan 23 September 2009 di selatan yang  bisa di lihat di Google Earth. Sebelumnya, Kota Kupang dan Kota Makasar telah tersedia citra satelit [...] Related posts:
  1. Google Earth Imagery Update Oktober 2009 Setelah dua kali  memberikan file KML melalui blog-nya, update image yang terdapat di Google Earth untuk...
  2. Download Gratis Citra Satelit Kota Padang Jika Anda anggota Milis RSGISForum mungkin sudah mengetahui bahwa sebagian anggota milis tersebut telah...
  3. Download Citra Satelit Resolusi Tinggi dari Google Maps Saya ditanya, apakah dengan trik download peta dari Google Maps  menggunakan browser Firefox yang...
  4. Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Gempa Sumatera Barat Bencana gempa bumi Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu yang mengakibatkan ratusan korban...
  5. Google Earth Imagery Update dalam KML File GeoEye-1 Satellite Imagery of Kota Makasar Sejak bulan lalu, Google Earth melalui blog resminya merilis...

PMI: Pengurangan Risiko Bencana

PGIS - SIGaP - 21 October, 2009 - 03:13 in Communities

PMI dalam Mengurangi Risiko Dampak Bencana telah melaksanakan Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) sejak tahun 2002 di 13 provinsi yaitu di Lampung, Sumatera Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara. Program PERTAMA merupakan program berbasis masyarakat yang mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk menyiagakan diri dalam mengurangi risiko dan dampak bencana yang terjadi di lingkungannya. Tahapan Program PERTAMA Secara kronologis, Program PERTAMA dimulai dengan seleksi area. Daerah yang dipilih adalah yang dinilai paling rawan bencana dan adanya komitmen dari masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan sumber dayanya. Selanjutnya PMI bersama masyarakat melakukan VCA (Vulnerability and Capacity Assessment) atau Kajian Kerentanan dan Kapasitas dengan menggunakan alat PRA (Participatory Rural Appraisal). Survei dasar (baseline) dan PSK (Pengetahuan, Sikap, dan Ketrampilan), serta pemetaan risiko (PGIS based) menjadi tahap berikutnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat di lokasi-lokasi Program PERTAMA akan dilaksanakan.


Pengembangan kapasitas

Untuk meningkatkan kapasitas PMI dan masyarakat dalam menjalankan Progam PERTAMA, PMI merekrut dan melatih Korps Sukarela (KSR) serta Tim Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang ada di masyarakat. Korps Sukarela dan Tim Sibat bersama masyarakat melakukan pemetaan ancaman, kerentanan, risiko, dan kapasitas, yang menjadi salah satu bahan pembuatan rencana aksi. Rencana Aksi Pengurangan Risiko dibuat secara bottom up dan melibatkan partisipasi penuh dari masyarakat, kemudian diadvokasi dan disosialisasikan kepada Pemerintah Daerah setempat untuk mendapatkan dukungan teknis dan pendanaannya. Pencapaian Program PERTAMA Penanggulangan Bencana. Masyarakat telah meningkat kemampuannya sebagai first responder dalam tanggap darurat dan melaksanakan mitigasi terhadap bencana. Berbagai upaya pendidikan, pelatihan, dan simulasi telah dilakukan untuk memperkuat ketrampilan membuat peta rawan bencana, menentukan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Pengembangan Kapasitas. Pendidikan dan pelatihan berjenjang diberikan kepada staf dan relawan PMI, sehingga mereka mampu melakukan upaya penyadaran dan mobilisasi masyarakat, melakukan sosialisasi dan advokasi, sekaligus menjalin kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan. Kesehatan. Dengan fasilitasi dari KSR dan Sibat, telah dilakukan upaya penyadaran mengenai hidup bersih dan sehat, perbaikan sarana air bersih, pencegahan penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk, lingkungan yang kotor, air limbah, dan lain-lain. Ekonomi. Walaupun pengentasan kemiskinan bukanlah bidang kegiatan dari PMI, akan tetapi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kerentanan masyarakat, maka sumber-sumber penghidupan masyarakat perlu dilindungi.



Implementasi

Program PERTAMA di PMI Cabang Jakarta Barat dan Jakarta Timur telah mendorong terbentuknya koperasi serta tabungan di masyarakat sebagai upaya pengurangan risiko di bidang ekonomi. PMI Cabang Lampung Barat mencoba mengatasi ancaman tanah longsor di Desa Suoh dengan menanami lereng dengan bambu dan pohon-pohon perdu. Dan di Kabupaten Polewali Mandar, masyarakat melakukan penanaman pohon bakau di sepanjang pantai untuk mengatasi ancaman abrasi. Sejak munculnya bencana sebagai dampak dari perubahan iklim, pada tahun 2005 Program PERTAMA mendapat dukungan Red Cross/Red Crescent (RD/RC) Climate Center berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan kapasitas dalam mengintegrasikan komponen perubahan iklim melalui kegiatan penyadaran, aksi, advokasi, dan analisis. Pengarustamaan. Konsep, strategi, dan pendekatan Program PERTAMA telah diintegrasikan dalam Rencana Strategis PMI tahun 2004-2009. PMI juga telah melakukan pengembangan manual dan panduan pelatihan PERTAMA, manual dan panduan pelatihan VCA, manual dan panduan pelatihan Pemetaan, serta media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat. (DM)▲

An interactive crime map

PGIS - SIGaP - 20 October, 2009 - 17:42 in Communities
An interactive crime map that allows members of the public to compare offending rates in neighbourhoods across England and Wales has been launched online.

The Crime Map colour-codes areas based on the level of reported crime and gives detailed information on the rate of burglaries, robberies, violent and vehicle crimes, and other anti-social behaviour.

The service is intended to boost confidence in local policing by giving the public a clearer picture of the level of offending where they live.

It was developed by the National Policing Improvement Agency (NPIA) along with forces across England and Wales on behalf of the Home Office.

Policing and crime minister David Hanson MP said: "Crime maps are a key part of delivering neighbourhood policing and giving communities access to information like this not only improves public confidence but ensures police are responding to local people's needs.

"We know the public want this information, which will allow them to hold the police to account and help create an even more responsive and effective service.

"Neighbourhood police teams already serve every community in England and Wales and the Crime Map is another example of how we are building greater links between the police and the people they serve."

The interactive map allows users to zoom in on any area of England or Wales and find out about crime levels in their village, town, city or region.

Residents can also use the map to compare one police area with another, assessing crime figures over a three-month period against the same period for the previous year.

Steve Mortimore, deputy chief executive of the NPIA, said: "The national Crime Map is a vital step forward in giving the public more information about crime in their areas to increase confidence in the service they receive from the police.

"Fear of crime is known to outstrip the reality. The Crime Map will give people the facts about local crime and what forces are doing about it.

"It is a crucial way of improving the efforts to tackle local crime, since communities that are involved in policing help reduce crime and bring more offenders to justice."

From: http://uk.news.yahoo.com/5/20091020/tuk-online-maps-let-public-compare-crime-45dbed5.html


Buku-buku Google Earth

PGIS - SIGaP - 20 October, 2009 - 10:04 in Communities
Google earth merupakan aplikasi pemetaan interaktif yang dikeluarkan Google, dapat menampilkan peta bola dunia, foto satelit, keadaan topografi, terrain yang dapat dioverlay dengan jalan, bangunan, lokasi, ataupun informasi geografis lainnya. Dengan Google Earth kita dapat merencanakan perjalanan, mencari tempat wisata, bandara, rumah makan, hotel, rumah sakit, sekolah dan memberikan koordinat lintang dan bujur. Google Earth dapat menampilkan foto satelit resolusi rendah yang menggambarkan gunung, laut, hutan, sampai foto satelit resolusi tinggi yang dapat menggambarkan objek-objek seperti jalan, rumah, perkantoran.

Judul Buku: Google Earth
Penulis: Yeyep Yousman
Penyunting: Fl. Sigit Suryantoro
Penerbit: CV.Andi, Yogyakarta
Cetakan:
XII + 148 hlm,; 14X21 cm
ISBN 978-979-29-0371-3


Anda ingin menjelajah dunia? Pasti

Tapi, bagimana dengan keuangan dan waktu yang terbatas? Jangan Khawatir!

Google Inc. telah meluncurkan 2 aplikasi GIS, yakni Google Earth dan Google Maps yang memungkinkan Anda mengunjungi berbagai tempat di dunia tanpa harus beranjak dari depan komputer Anda.

Kedua aplikasi tersebut menawarkan banyak fitur menarik yang mengasyikkan untuk ditelusuri lebih jauh.

Nah buku ini siap memandu Anda mengeksplorasi berbagai tempat di dunia dengan kedua aplikasi tersebut, baik untuk sekedar menghibur diri maupun untuk tujuan lain yang lebih serius. Selamat mencoba!

Judul Buku: Menjelajah Dunia dengan Google Earth & Maps
Penulis: Efisitek.com
Penyunting: Ngadiyo
Penerbit: CV. Yrama Widya
Cetakan: pertama, Desember 2006
184 hlm,; 12,5X19,5 cm
ISBN 979-543-493-4


Saat masih sekolah, kita dikenalkan dengan Globe (bola dunia). Melalui globe tersebut, kita bisa melihat peta bumi dalam ukuran kecil. Namun, kita tidak bisa melihat kondisi sebenarnya di muka bumi. Dengan kemajuan teknologi, terutama komputer, sekarang kita bisa melihat kondisi bumi, seperti jalan raya, pegunungan, bangunan, tempat rekreasi, dan tempat bersejarah.

Semuanya bisa kita nikmati di Google Earth, sebuah software yang memetakan permukaan bumi dari berbagai posisi yang dikumpulkan dari pemetaan satelit dan foto udara dalam bentuk tiga dimensi. Melalui salah satu fiturnya,kita bisa mengelilingi bumi seolah-olah menerbangkan pesawat terbang. Bahkan, dengan software ini juga kita bisa menjelajahi ruang angkasa secara maya.

Buku ini mejelaskan berbagai fitur yang dimiliki Google Earth secara sederhana, sehingga bisa dijadikan panduan bagi Anda yang baru menggunakannya

Judul Buku: Mengoptimalkan Peta Dunia Interaktif di Internet
Penulis: Andy Krisianto
Penyunting: Sudarma S.
Penerbit: mediakita
Cetakan: pertama, 2008
VIII + 128 hlm,; 15X23 cm
ISBN 979-794-140-X▲

Komentar? Klik Disini

Serbuan Gempa & Kewaspadaan

PGIS - SIGaP - 20 October, 2009 - 09:34 in Communities
Sebuah gempa kuat meletup tepat pada Jumat sore, 16 Oktober 2009 pukul 16:52 WIB. Data dari USGS National Earthquake Center menyebut magnitudenya Mw 6,1 skala magnitudo dengan kedalaman sumber 50,6 km di bawah pulau Panaitan. Sebuah pulau gunung api yang telah mati dengan kaldera besarnya (yang diameternya lebih kurang 10 km) membuka ke selatan yang terletak di lepas pantai Semenanjung Ujungkulon.

Gempa melepaskan energi sebesar 21 kiloton TNT atau sama dengan energi yang dihasilkan ledakan bom nuklir Hiroshima. Getaran gempa menjalar hingga sejauh 484 km dari episentrum. Atau hingga mencapai kota Cilacap di sebelah timur serta Palembang dan Bengkulu di utara. Namun, getaran yang benar-benar bisa dirasakan manusia (yakni pada intensitas 3 MMI) sebenarnya hanya menjalar hingga 230 km dari episentrum.

Dilihat dari kedalaman sumbernya gempa ini sebenarnya dihasilkan dari patahnya bagian lempeng Australia di kawasan Selat Sunda yang sudah menukik ke dalam mantel Bumi setelah melewati batas pertemuan (zona subduksi) dengan lempeng Sunda yang menjadi dasar berdirinya Kepulauan Indonesia bagian barat. Bagian yang patah itu luasnya sekitar 20 x 10 km persegi. Bukan hanya patah saja bagian tersebut kemudian bergeser naik miring ke atas sejauh 30 cm.

Nah, gempa yang 'cuma' dihasilkan dari patahnya lempeng Australia ini secara teknis disebut gempa dalam lempeng alias gempa intraplate. Kosa kata gempa intraplate melejit belakangan ini tatkala hampir 2 bulan silam kawasan Jawa Barat bagian selatan diguncang oleh gempa kuat dengan Mw 7,0 skala magnitudo. Dan, belum lepas dari ingatan kita betapa Padang dan sekitarnya diharubirukan oleh gempa kuat dengan Mw 7,6 skala magnitudo yang ternyata juga jenis gempa intraplate.

Jauh hari sebelumnya kita pun pernah dikejutkan oleh gempa intraplate yang lain. Tepatnya pada 9 Agustus 2007 dengan Mw 7,5 skala magnitudo yang bersumber pada kedalaman 290 km di Laut Jawa lepas pantai Indramayu.

Mengapa belakangan ini sering muncul gempa intraplate di Indonesia? Jawabannya belum diketahui. Jangankan sumber gempa yang cukup dalam dan tersembunyi. Sumber gempa yang nampak di permukaan bumi pun seperti zona-zona subduksi dan patahan-patahan aktif di sekujur Kepulauan Indonesia pun belum banyak diketahui meskipun 60% pusat pemukiman penduduk di negeri ini berdiri di atas daerah patahan.

Bumi ini dan lebih khusus lagi Kepulauan Indonesia memiliki dinamikanya yang tersendiri. Dan, salah satu produknya adalah gempa yang jadwal waktunya tidak berkelit berkelindan dengan jadwal waktu ala manusia. Tunggu tunggu tunggu dan tiba-tiba drrrrr.

Ilmu pergempaan sudah seabad lebih bergumul dengan teori dislokasi elastik untuk mengkaji sifat-sifat sumber gempa dan sekaligus memprediksi kapan penumpukan tekanan dalam suatu sumber gempa akan melampaui batas daya tahan batuan di tempat tersebut. Namun, sebagian seismolog belakangan mengakui bahwa waktu terjadinya gempa di satu sumber lebih sering bersifat acak (random) dan cenderung berkelompok (cluster) pada selang waktu tertentu ketimbang mengikuti jadwal waktu ala teori dislokasi elastik.

Makanya meramal waktu kejadian gempa adalah nonsense dalam pengetahuan masa kini. Bila kita sering dihebohkan dengan isu akan munculnya gempa besar dalam magnitude tertentu dalam waktu tertentu, seperti yang telah menciutkan ribuan orang di Banten, Lampung, Surabaya, dan Bantul beberapa waktu lalu, sekali lagi itu adalah nonsense.

Ketidakmungkinan manusia memprediksikan waktu kejadian sebuah gempa dengan hasil yang akurat sebagaimana kita memprediksikan cuaca membuat kesiapsiagaan terhadap gempa merupakan hal esensial yang harus dilakukan secara terus-menerus. Bukan sekedar hangat-hangat tahi ayam.

Gempa Ujungkulon lalu, secara teoritis, hanya menghasilkan guncangan maksimum sebesar 6 MMI saja, yang getarannya baru dalam taraf sanggup meretakkan bangunan. Namun, belum merubuhkannya. Dan guncangan 6 MMI ini sejatinya hanya terasakan di kawasan Taman Nasional Ujungkulon. Namun, gempa yang 'ringan' ini, semoga menjadi pembuka mata hati kita bahwa kewaspadaan terhadap gempa adalah keniscayaan. Bahwa bumi terus bergerak di dalam sana dengan segala tingkah laku yang belum sepenuhnya kita pahami. Namun, getarannya sudah terlalu sering kita rasakan▲

Ma'rufin Sudibyo
Jl Nanas C-4 Jadimulya Cirebon
marufins@yahoo.com
0817727823

Tulisan ini dimuat di www.detik.com

Komentar? Klik Disini

Apa yang Tersisa dari Pameran Peta Hijau Jakarta?

Peta Hijau - 19 October, 2009 - 18:31 in Communities

Cinta Jakarta dengan Peta Hijau

Ikuti Rangkaian Kegiatannya di Jalan Veteran, Jakarta Pusat

Pameran Peta Hijau Jakarta sudah berjalan lebih dari satu minggu. Masih ada satu minggu ke depan, apa lagi yang masih tersisa? Satu minggu terakhir, ada banyak aktivitas setiap harinya, maka jangan ketinggalan info di bawah ini.

Pameran Peta Hijau (10 - 25 Oktober 2009)

Pada acara ini akan dipamerkan 6 edisi Peta Hijau Jakarta serta hampir seluruh peta hijau yang pernah dibuat di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Peta Hijau Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Kota Gede, Borobudur, Solo, Surabaya, Malang, Makassar, Ternate, dan Buton. Selain itu juga akan ada beberapa peta hijau yang dibuat oleh kota-kota di luar negeri.


Kosovo, Macedonia Resolve Border Dispute

GeoPolitical Boundaries - 19 October, 2009 - 10:08


View Larger MapBy VOA News, 17 October 2009

Kosovo and Macedonia have reached a border agreement, ending a long dispute over a volatile border region. Kosovo’ parliament ratified the agreement on the location of the border late Friday. Prime Minister Hashim Thaci told a parliament session the agreement will boost regional cooperation and stability.

Macedonia’s parliament has yet to ratify the document. The country’s official news agency MIA says Foreign Minister Antonio Milososki stressed the importance of the border demarcation before the parliament Saturday. The border agreement will pave the way for establishing diplomatic relations between the two Balkan countries.

Macedonia has recognized Kosovo’s 2008 declaration of independence from Serbia, but says it will not establish diplomatic relations before the border issue is resolved. The disputed area is populated by ethnic Albanians, who make up a quarter of Macedonia’s two million people. A group of ethnic Albanian militants led an anti-government insurgency at the disputed border in 2001. Police say the area is now used by smugglers.


Barbados, France sign Maritime Boundary Delimitation Treaty

GeoPolitical Boundaries - 19 October, 2009 - 09:55


View Larger Map

BRIDGETOWN, Barbados (BGIS) — Representatives of the government of Barbados and the government of France on Friday signed an agreement on the delimitation of the maritime space between Barbados and France. Signature of the accord was effected on behalf of the government of Barbados by Senator Maxine McClean, Minister of Foreign Affairs and Foreign Trade and on the French side by Michel Trinquier, non-resident Ambassador of France to Barbados.

Minister of Foreign Affairs and Foreign Trade, Maxine McClean, and France’s non-residential Ambassador to Barbados, Michel Trinquier, signing the agreement.

The Agreement delimits the overlap of the 200 nautical mile Exclusive Economic Zones of Barbados and France (in respect of Martinique and Guadeloupe) and, furthermore, provides for the delimitation of the potential overlap between the parties in the maritime space beyond 200 nautical miles, commonly referred to as the extended continental shelf. Both Barbados and France have made submissions to the United Nations Commission on the Limits of the Continental Shelf (CLCS) with respect to the delineation of the outer limits of their respective continental shelves and are cooperating in that regard.

The signing of this Agreement represents the culmination of three rounds of formal negotiations held between May 2006 and November 2007. The fact that Barbados and France were able to reach such speedy agreement bears testimony to the atmosphere of cordiality and mutual respect within which the negotiations were conducted.

In remarks following the signing ceremony, both Minister McClean and Ambassador Trinquier recalled the traditionally warm and cooperative relations that exist between Barbados and France and expressed deep satisfaction at the significant milestone recorded in the relationship through the conclusion and signature of the maritime delimitation treaty.

McClean hailed the Agreement as a tribute to what can be achieved when states approach potentially challenging issues in a spirit of genuine partnership and cooperation. Barbados and France established diplomatic ties in May 1968.



All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.