Planet Geo Indonesia

Indonesian GIS & Geo-related blogs aggregator
Agregator blog GIS & Geo Indonesia

Planet

Emmmh...apa ya?.

Eko Susilo - 3 October, 2009 - 00:40
Hibur aku atau kami...Hibur kami atau aku...Aku bukan menilai mana yang jelek atau berkualitas...Karena aku tidak ingin menilai...dan aku bukanlah juri...tapi aku hanya memilih...Hibur aku...Karena kemurunganku...Ajak aku dengan lagu dan film yang mampumembangkitkan semangat membangun...Kemurunganku adalah untuk negeriku...Apakah yang lain tidak murung...?.(ah...jangan nilai aku seperti itu...!)Eko Susilohttp://www.blogger.com/profile/05178411294561875345noreply@blogger.com0

Pelatihan P-Risk Mapping H5

PGIS - SIGaP - 2 October, 2009 - 15:43 in Communities
Hari terkahir pelatihan pemetaan risiko. Materi terakhir dilapangan adalah ”Mencari Lokasi Bencana”. Skenarionya adalah, sukarelawan PMI (Disaster Risk Mappers) mendapat tugas untuk segera ke daerah yang terkena bencana atau lokasi korban. Sukarelawan diberi koordinat lokasi dan harus mencari lokasi tersebut serta tidak lupa untuk mengambil fotonya sebagai bukti bahwa mereka telah sampai dilokasi yang disimulasikan.

Walaupun lokasi simulasi hanya disekitaran kompleks Pusdiklat PMI, mereka tetap semangat dan menemukan hal baru/pengetahuan baru di lokasi itu. Misalnya kondisi di belakang Pusdiklat yang berjurang dan di aliri sungai berbatu cadas.

Selama satu jam mereka berpanas-panasan.

Selamat Datang Mappers Baru
Kawan-kawan, selamat datang di komunitas Disaster Risk Mapping. Semoga kita bisa berguna bagi sesama.
Tetap berhubungan dan belajarlah terus kepada siapa saja

Komentar atau mau tambah tulisan mengenai ini? Silahkan klik disini

Download Gratis Citra Satelit Kota Padang

IniGIS - 2 October, 2009 - 15:37
Jika Anda anggota Milis RSGISForum mungkin sudah mengetahui bahwa sebagian anggota milis tersebut telah melakukan “action” untuk Gempa Sumatera Barat  guna mendapatkan gambaran spasial tentang gempa tersebut. Action yang di lakukan seperti usulan salah satu anggota milis adalah sebagai berikut : - Mengumpulkan semua bentuk data geospasial yang kita punya - Melakukan distribusi data geospasial kepada instansi [...] Related posts:
  1. Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Gempa Sumatera Barat Bencana gempa bumi Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu yang mengakibatkan ratusan korban...
  2. Peta Kerusakan Kota Padang Setelah Gempa The “Center for Satellite Based Crisis Information” (ZKI) Jerman, telah merilis peta kerusakan Kota...
  3. Download Gratis IKONOS Kota Bogor Posting kali ini, saya ingin memberikan link download gratis IKONOS untuk Kota Bogor. Selain...
  4. Citra Satelit GeoEye-1 Kota Surabaya di Google Earth Update image di Google Earth untuk bulan Oktober ini. Sejak kemarin, Kota Surabaya dan bagian...
  5. Download Gratis Peta Kota Makasar Skala 1:5.000 Di web GIS Data Download tersedia Peta Kota Makasar yang bisa di download secara...

Batik & Indikasi Geografis Indonesia

PGIS - SIGaP - 2 October, 2009 - 15:12 in Communities
Tanggal 2 Oktober 2009 ini, masyarakat Indonesia dengan kebanggaan menyambut himbauan penggunaan batik dengan mengenakan segala sesuatu yang berbau batik. Bukan hanya baju, namun juga umbul-umbul pintu masuk kantor di daerah Jl. Thamrin bahkan ada sepeda yang dibatik oleh kelompok Bike to Work (B2W).

Setelah batik diakui sebagai warisan dunia yang dimiliki oleh Indonesia, juga klaim Malaysia bahwa batik adalah karya aslinya. Maka wajar saja bila rakyat Indonesia terpanggil untuk mempertahankannya.

Dari Rumah sampai Kantor, dari Kantor sampai Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
Sejak berangkat dari rumah pagi ini, parade penggunaan batik sudah terlihat. Banyak tetangga yang juga menggunakan batik sebagai baju kerjanya hari ini.

Sengaja hari ini saya menggunakan angkutan umum hanya untuk melihat bagaimana batik dihargai oleh anak Indonesia.

Begitu naik angkot, kami langsung saling lihat, senyum ditahan, kenapa? Karena ternyata satu angkot itu penuh dengan orang yang berbatik, baik laki-laki maupun perempuan. Bisa jadi mereka baru saja bercanda, “bila ada yang naik lagi orang berbatik maka akan mendapat hadiah gelas” hahahaha.

Kejadian penuhnya penumpang dengan batik ternyata juga dijumpai pada kendaraan umum lainnya, bahkan detik.com dalam laporannya menulis “Penumpang Bus TransJ dan Angkot Pakai Batik”.

Juga parade batik terlihat sepanjang jalan Sudirman, Thamrin dan bilangan Pasar Baru. Bahkan di Masjid Istiqlal, saat kami Shalat banyak jamaah yang berbatik.

Walaupun kejadian ini masih setaraf seremonial, namun ini membuktikan bahwa orang Indonesia masih Bangga Menjadi Orang Indonesia.

Apalagi terlihat bukan hanya batik Jawa yang ”beredar” hari ini, misalnya saya mengenakan Batik Bali. Terlihat (ini kata teman saya), ada yang mengenakan Batik Sunda (Garut). Juga saya lihat ada Batik Bengkulu (dengan motif Raflesia Arnoldi), Papua (motif Cendrawasih), Kalimantan, dll. Bahkan di kantor PMI terlihat batik dengan motif berlambang PMI (Palang Merah dengan dilingkari bunga melati), motif PMI ini diproduksi atas kerjasama Batik Keris dengan PMI Cab. Surakarta. Ini juga membuktikan Batik memang milik Indonesia.

Nah apakah ini akan berhenti hari ini saja, atau setiap hari Jum’at kita akan menggunakan batik?

Komentar? klik disini

Kenapa banyak Indeks Vegetasi menggunakan panjang gelombang merah dan infra merah dekat? (1)

La An - 2 October, 2009 - 14:51

Yang paling penting dari data penginderaan jauh (PJ) adalah adanya resolusi atau tingkat kepekaan sensor (alat perekam objek) terhadap tingkat pemisahan objek dipermukaan bumi. Ada 4 jenis resolusi yaitu resolusi spasial yang berhubungan dengan besar pixel/pemisahan objek terkecil, resolusi spektral berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan panjang gelombang, resolusi temporal berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan waktu dan resolusi radiometrik yang berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan kekuatan sinyal. Karena kita berbicara tentang indeks vegetasi, maka yang difokuskan adalah tentang resolusi spektralnya.

Indeks vegetasi merupakan suatu persamaan matematik sederhana (sebagian besar :D ) yang menggabungkan beberapa band atau saluran panjang gelombang yang menghasikan satu data baru yang diasumsikan sebagai suatu nilai indeks yaitu indeks vegetasi. Kenapa dibilang “asumsi”? karena nilai indeks ini akan berbeda2 bila mengunakan persamaan indeks vegetasi yang berbeda2 pula.

Indeks vegetasi yang paling tua adalah Ratio Vegetation Index (RVI) yang dipublikasikan oleh Jordan (1969) dan yang paling terkenal adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dipublikasikan oleh Deering (1978). Kedua indeks ini menggunakan band/saluran pada panjang gelombang infra merah dekat (NIR) dan merah (red). Kenapa musti NIR dan merah?

Tiga proses penting dalam PJ yaitu pemantulan cahaya oleh objek (reflectance), penyerapan cahaya oleh objek (Absorptance) dan pelolosan cahaya oleh objek (Transmittance). Tanaman, lebih spesifiknya daun juga mengalami tiga proses ini terhadap cahaya matahari yang diterimanya. Kita melihat daun bisanya berwrna hijau, kenapa? Karena dari seluruh cahaya matahari yang diterima, daun hanya memantulkan cahaya spesifik yang berwarna hijau yaitu pada panjang gelombang sekitar 0.55 µm, tapi ini yang terlihat. Sebenarnya yang terjadi, pemantulan maksimum pada daun terjadi pada panjang gelombang inframerah dekat (NIR), karena mata manusia hanya menangkap cahaya pada panjang gelombang mejikuhibiu, masih ingatkan apa itu menjikuhibiu…? atau pada panjang gelombang 0.4-0.7 µm atau juga panjang gelombang visible maka yang terlihat adalah pantulan yang berwarna hijau, sedangkan infra merah dekat, karena dah kluar dari mejikuhibiu… ga terlihat karena panjang gelombang inframerah dekat itu berada pada sekitar panjang gelombang 0.75-1.35 µm. Seandainya mata manusia bisa menangkap panjang gelombang ini, maka daun akan terlihat sangat merah karena daun memantulkan gelombang ini sekitar 60%, coba bandingkan dengan gelombang hijau yang hanya sekitar 20% (Jensen, 2000). Ga bisa dibayangkan dah bagaimana silaunya tuh daun. Contohnya pada gambar dibawah. Gambar atas adalah pengambilan gambar mengunkan panjang gelombang mejikuhibiu, gambar yang dibawah menggunakan NIR. Kelihatan merah semuakan vegetasi yang masih bagus waktu pake NIR (memantulkan cahaya NIR), sedangkan vegetasi yang dah kering kelihatan putih (menyerap cahaya NIR). 2Inilah dasar kenapa band/saluran NIR lebih dipilih untuk dijadikan salah satu band dalam mencari indeks vegetasi selain juga alasan2 lain seperti tingkat penyerapan cahaya oleh vegeteasi yang rendah, tingkat pelolosan cahaya oleh vegetasi yang cukup tinggi, dan pemantulan cahayanya tidak dipengaruhi oleh kloroplas didalam daun. Tingkat pemantulan cahaya yang tinggi oleh daun ini dikontrol oleh struktur daun, khususnya oleh jaringan mesofil gabus karena adanya ruang antar sel dimana ketebalan daun, adanya epiticular lilin dan umur daun juga mempengaruhi tingkat penyerapan cahaya ini (Slaton et al., 2001). Epiticular lilin dapat meningkatkan pemantulan gelombang NIR oleh daun sekitar 5-20% (Mulroy, 1979). Pada gambar dibawah terlihat dengan jelas bagaimana pengaruh ketebalan daun terhadap pemantulan gelombang NIR

3Secara umum, daun tanaman memantulkan 2 jenis cahaya yaitu hijau dan NIR dan menyerap 2 jenis cahaya juga yaitu biru dan merah, seperti yang terlihat pada gambar dibawah.

4

Akan tetapi banyak persamaan indeks2 vegetasi yang menggunakan panjang gelombang merah dibandingkan panjang gelombang biru yang dikarenakan oleh sensitivitas panjang gelombang merah terhadap perubahan klorofil. Gelombang biru terserap oleh tanaman karena adanya pigmen klorofil-a, klorofil-b dan karotin, sedangkan gelombang merah terserap oleh tanaman karena adanya klorofil-a dan klorofil-b. Seperti terlihat pada gambar di bawah.

5

Ceritanya akan dilanjutkan nanti setelah dapat data2 yang bagus untuk di tampilkan…


Pelatihan P-Risk Mapping H4

PGIS - SIGaP - 1 October, 2009 - 17:10 in Communities
Pembuatan peta tumpang susun dan peta display

Setelah data dari lapangan (Kelurahan Ngemplak Simongan) diolah pada kemarin hari, maka hari ini peserta dikenalkan pada proses pembuatan peta tumpangsusun dan peta display.

Kedua peta ini bermanfaat dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam upaya pengurangan risiko. Kedua peta ini, pada kegiatan sesungguhnya, akan dikembalikan (diserahterimakan) kepada masyarakat untuk digunakan sebagai alat peningkatan pengetahuan kesadaran upaya pengurang risiko dan kesiapsiagaan juga sebagai alat advokasi dan sosialisasi. Juga pada kegiatan sesungguhnya, pembuatan kedua peta ini haruslah melibatkan masyarakat secara utuh dan masyarakatlah yang mengerjakannya, sedangkan KSR PMI berperan sebagai fasilitator.

Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana membuat peta tumpangsusun dan peta display silahkan klik disini.

Masing-masing kelompok menyelesaikan kedua peta ini sesuai dengan tugasnya di masing-masing RW.

Pembuatan kedua peta tersebut oleh para peserta dilakukan dengan penuh antusias sampai malam hari dan tidak ada peserta yang menyelinap untuk menghindari tugas tersebut.

P-MAP4RR (Participatory Mapping, Analyzing, and Planning for Risk Reduction)
Pada hari ini, seorang pembicara dari German Red Cross, yaitu Mr. Lars Moller secara sukarela memberikan penyampaian tentang peran peta dan pemetaan dalam upaya pengurangan risiko. Dimana Peta risiko bersama dengan hasil KAP dan Baseline Survey serta VCA/PRA dijadikan sumber dalam pengambilan keputusan dalam upaya pengurangan risiko.

Menurut Pak Lars peta dapat digunakan sebagai bahan penunjang perencanaan upaya pengurangan risiko, juga untuk advokasi dan sosialisasi upaya pengurangan risiko.

Pak Lars juga mengingatkan bahwa Pemetaan risiko sekarang telah menjadi salah tool yang digunakan oleh PMI dalam upaya pengurangan risiko. Pemetaan risiko dilakukan oleh relawan bersama masyarakat setempat dengan menggunakan GPS.

Kegiatan ini sangat menarik dan menyenangkan,dengan membawa GPS anda mengelilingi desa memetakan batas desa, perumahan, sumber-sumber kehidupan, tempat penampungan pada saat terjadinya bencana serta daerah risiko yang ada di desa tersebut.

Peta yang dihasilkan akan menjadi sangat penting karena peta ini berisi tentang Bahaya Kerentanan Risiko Kapasitas yang ada di masyarakat. Dengan demikian masyarakat bisa tahu dengan kondisi dan permasalahan yang ada di desanya sehingga masyarakat bisa membuat perencanaan upaya-upaya pengurangan risiko.▲

Komentar? Klik disini
Menambah tulisan? Klik disini

Gempa Sumatera dan Peta Wilayah Rawan Tsunami di Indonesia

IniGIS - 1 October, 2009 - 16:29
Indonesia kembali berduka dengan kejadian gempa  yang terjadi kemarin di Sumatera Barat dan yang terjadi hari ini di Bengkulu-Jambi. Kedua gempa dengan kekuatan diatas 7 Skala Richter tersebut telah meluluh lantakan banyak rumah dan total merenggut ratusan korban jiwa dan luka hingga posting ini di tuliskan. Menurut Peta Wilayah Rawan Tsunami di Indonesia yang dikeluarkan oleh [...] Related posts:
  1. Citra Satelit Sebelum dan Sesudah Gempa Sumatera Barat Bencana gempa bumi Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu yang mengakibatkan ratusan korban...
  2. Download Gratis Citra Satelit Kota Padang Jika Anda anggota Milis RSGISForum mungkin sudah mengetahui bahwa sebagian anggota milis tersebut telah...
  3. Peta Kerusakan Kota Padang Setelah Gempa The “Center for Satellite Based Crisis Information” (ZKI) Jerman, telah merilis peta kerusakan Kota...
  4. Peta Lokasi Gempa Tasikmalaya di Google Earth / Google Maps Gempa bumi dengan kekuatan 7.3 pada skala Richter yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB...
  5. Download Peta Geologi Indonesia Dalam dua minggu terakhir, di milis RSGISForum banyak yang tertarik untuk mendownload data geologi...

Gempa lagi di Sumatra Selatan – SIAGA !!

Rovicky DP - 1 October, 2009 - 09:41
Belum lagi duka dan perncarian korban di Padang, kini gempa merembet ke Sesar Semangko. Sangat memprihatinkan. Gempa kali ini hanya kedalaman 24 KM. Sangat mungkin akibat pergerakan sesar Semangko. Sangat mungkin gempa ini terpicu oleh getaran sebelumnya. Kalau melihat skala MMInya cukup mengkhawatirkan. Kota Bengkulu merupakan kota terdekatnya. Sungaipenuh merupakan kabupaten yang mungkin akan merasakan paling parah. Siagakan [...]

Gempa Padang 30 September 2009, Jangan tunggu laporan !

Rovicky DP - 30 September, 2009 - 23:42
“Tidak ada laporan kerusakan”. Lah gimana mau laporan wong listrik,telepon dan semua komunikasi semua rusak, lumpuh. Kerusakan dan kesiagaan bantuan bisa diprediksi dari besarnya MMI. kita harusnya sdh tahu dg MMI hingga skala VII. doh ! Ini sungguh memprihatinkan sekali. Laporan ini sudah bisa dipastikan tidak akan datang karena dari skala MMI yang dipreduksi sudah mencapai [...]

Miangas – Google juga bisa salah!

GeoPolitical Boundaries - 30 September, 2009 - 15:33

Berikut adalah citra yang diperoleh dari Google Earth, ada pulau berlabel “Pulau Miangas” masuk dalam wilayah Filipina.

miangas1

Fakta ini sempat menyulut pertanyaan di Milis RSGIS Forum. Pasalnya, Pulau Miangas memang terbukti meyakinkan milik Indoneisa, bukan Filipina.

Setelah dilakukan penelusuran di Peta NKRI terbitan Bakosurtanal, 2009. Yang salah adalah Google Earth. Pulau yang dilabeli Pulau Miangas itu ternyata bukanlah Pulau Miangas-nya Indonesia. Pulau Miangas Indonesia berada jauh di sebelah timurnya seperti tampak pada gambar berikut.

miangas

Semoga informasi ini bisa menjelaskan situasi dan tidak ada perang hanya gara-gara pihak tidak semestinya memberikan informasi tidak akurat di Internet.



All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.