Planet
Peta Lokasi Gempa Tasikmalaya di Google Earth / Google Maps
- Tips Google Maps : 5 Cara Mengetahui Koordinat Suatu Lokasi Koordinat suatu lokasi tertentu di permukaan bumi, belakangan mulai disadari semakin banyak ditanyakan bagaimana...
- Simulasi Gerhana Matahari 22 Juli 2009 di Google Earth Seperti diberitakan di Kompas di awal bulan ini, bahwa gerhana matahari total akan terjadi...
- Download Peta dari Google Maps Menggunakan Browser Firefox Postingan pertama di bulan Agustus 2009 ini, saya ingin menunjukkan kepada Anda cara melakukan...
- Kumpulan Geo Photo Tools Untuk Menentukan Lokasi Foto dalam Google Earth Geo Photo tools berikut memungkinkan Anda secara otomatis untuk menentukan lokasi untuk foto Anda...
Gempa di Selatan Jawa ! 7.0 Magnitude

Pulau Jemur, dimana sih ?

Rilis Portable GIS Version 2
- Portable GIS: GIS dalam USB Flash Disk Berikut adalah program GIS yang bisa di jalankan langsung dari USB Flash Disk. Disebut sebagai...
- Download GIS Portable : ArcView 3.3 dan Global Mapper 9 Blog Digital Geography dalam dua postingan terakhirnya tentang GIS Portable telah memberikan link download...
- Garmin MapSource Portable Software Garmin MapSource biasanya datang bersamaan dengan paket pembelian GPS Garmin. Dengan MapSource, maka...
- ILWIS 3.5 Di Rilis Setelah lebih dari setahun menjadi Open Source Project dan dialihkan ke 52 North, ILWIS...
- Portable GIS : Shapefile dan Raster Viewer Semenjak posting tentang Portable GIS dari archaeogeek.com yang lalu hingga saat ini, saya belum juga mendownload...
Laptop Impian bagi GIS User
- AutoCAD Exchange : Situs untuk AutoCAD User Autodesk , perusahaan penyedia software AutoCAD telah melaunching sebuah situs khusus untuk para pengguna...
If Your GPS Melt

Pernahkah anda mengalami GPS anda yang tiba-tiba mati, tidak mendapatkan sinyal satelit, winks out atau masalah lain disaat anda sedang bertualang di alam liar? Sedangkan daerah tersebut belum anda kenali dengan baik atau adalah daerah yang baru anda kunjungi.
Apa yang anda lakukan bila hal tersebut tiba-tiba saja terjadi? (Klik disini untuk tulisan seutuhnya)
Staff Sgt. Mark Dornford, seorang instruktur sekolah Survival, Evasion, Resistance, and Escape (SERE) Angkatan Udara AS – seperti dikutip dari National Geographic Adventure edisi August/September 2009 (Klik disini) – mengungkapkan tipsnya:
“First, try to remember your route or the location of major landmarks like rivers, roads, or, best case, a town. Move to high ground to get a better sense of your surroundings”.
Itulah langkah yang baik daripada – masih menurutnya – “panik, melanjutkan pergerakan, dan akhirnya yang didapatkan hanyalah tersesat”.
Untuk kasus yang terburuk?
Anda bisa mengklik disini untuk mengetahuinya.
Kenapa bisa terjadi pada GPS?
Menurut US Government Accountability Office, pada tahun 2010 setidaknya 20% satelit GPS mengalami apa yang dinamakan “meltdown”. Namun pemerintah USA sudah mengambil langkah-langkah untuk perbaikan, dan penggantian.
Photograph by: Alexander Joe/AFP/Getty Images
Bermain Peran di Ranah Tata Niaga Pertanian
Metode Alternatif Pengenalan Peta Hijau

RI Terjebak Impor Pangan, begitu tajuk utama pada harian KOMPAS edisi Senin, 24 Agustus 2009. Disebutkan di dalamnya beberapa komoditas yang harus diimpor oleh Indonesia antara lain gula, daging sapi, garam, susu, kedelai, dan gandum. Ironis untuk sebuah negara kepulauan yang bahkan harus mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya. Fenomena ini juga digambarkan dalam kartun Sukribo dengan judul “..Korban Swasembada...” (KOMPAS edisi Minggu, 30 Agustus 2009). Hmmm, kira-kira komoditas apa lagi yang harus diimpor oleh negara yang sering disebut mempunyai kekayaan alam yang melimpah ini?
Peta Mudik 2009
- Download Seluruh Peta Indonesia dari OpenStreetMap CloudMade menyediakan layanan untuk mendownload data yang terdapat di OpenStreetMap (OSM) secara gratis. Data...
- Bagaimana Cara Membaca dan Memanfaatkan Peta ? Peta merupakan gambaran sebagian permukaan bumi dalam skala yang lebih kecil dan berisi sesuatu...
- Link iniGIS.info di Tabloid PCPlus Edisi 321 Tabloid PCPlus edisi 321 (25 November – 8 Desember 2008) menyertakan link blog ini...
- Simulasi Gerhana Matahari 22 Juli 2009 di Google Earth Seperti diberitakan di Kompas di awal bulan ini, bahwa gerhana matahari total akan terjadi...
Menlu: Perundingan Ambalat Capai Kemajuan

Ilustrasi Ambalat
Jakarta (ANTARA News) – Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda mengatakan perundingan antara Indonesia dan Malaysia mengenai batas wilayah di kawasan Ambalat mengalami kemajuan.
Usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, Menlu mengatakan, kemajuan itu salah satunya adalah adanya tim dari Malaysia yang keberadaannya lebih melancarkan proses perundingan dibanding sebelumnya.
“Tanggal 20 Juli yang lalu memang ada pertemuan di Kinabalu spesifik membicarakan masalah batas perairan kita baik laut wilayah dan landas kontinen serta ZEE. Saya tidak bisa mangatakan apa hasilnya karena memang masih dalam proses. Tapi kita menyambut baik tim negosiasi Malaysia yang diperbaharui satu tim yang pada pertemuan yang baru lalu itu juga telah membantu kelancaran proses,” katanya pada wartawan.
Menurut Wirajuda, bila sebelumnya dalam tim perunding Malaysia untuk urusan hukum, materinya sangat bergantung pada Kejaksaan Agung, namun saat ini telah dibentuk direktorat jenderal untuk bidang perjanjian internasional sehingga memudahkan proses perundingan.
Kemajuan lain, menurut Menlu Wirajuda adalah pihak perunding Malaysia lebih terbuka terhadap ide, konsep dan metode dalam proses perundingan yang juga disambut baik oleh pihak Indonesia.
“Jadi tanda-tandanya positif saya tidak dapat mengatakan (kapan selesainya-red), masih dalam proses yang butuh waktu yang bisa jadi panjang,” katanya.
Ketika ditanya mengapa Indonesia masih menempuh proses perundingan padahal posisi Indonesia di kawasan Ambalat cukup kuat, Menlu Wirajuda mengatakan dalam konvensi hukum laut internasional 1982 batas wilayah laut tidak bisa diklaim oleh satu pihak saja namun harus melalui kesepakatan dengan pihak lain melalui proses perundingan.
“Konvensi hukum laut 1982 sangat jelas mengatakan perbatasan laut itu seperti juga darat adalah satu produk dari perundingan, dengan kata lain kita tidak bisa menetapkan batas laut kita secara sepihak. Kita juga tidak bisa menduduki katakanlah secara militer dengan begitu bisa diakui oleh masyarakat international, karena garis batas perairan kita harus merupakan hasil dari perundingan,” tegasnya.
Sementara itu mengenai hak eksplorasi atas wilayah itu, Menlu mengatakan,”karena dia (Malaysia-red) tahu kita kukuh pada prinsip bahwa itu milik kita tentunya tentang konsensi menjadi secondary. Dalam artian bukan menjadi isu besarnya. Isu besarnya adalah penentuan garis.”
(*)

KONTRIBUSI MANUSIA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN LINGKUNGAN
Berdasarkan laporan IPCC tahun 2007 kemungkinan manusia yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim adalah sebesar 90%, keadaan ini lebih tinggi dari laporan terakhir dari IPCC pada tahun 2001 dimana kemungkinan manusia sebagai penyebab perubahan iklim adalah sebesar 60%. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa penyebab utama terjadinya peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) seperti peningkatan gas Carbon Dioksida yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan dari lahan hutan menjadi lahan yang bernilai ekonomi seperti pemukiman dan perkebunan, sedangkan peningkatan gas metan dan gas dinitrogen oksida disebabkan oleh aktivitas pertanian.
Akan tetapi selain merupakan penyebab perubahan iklim, manusia juga merupakan mahluk yang berusaha menghambat perubahan iklim tersebut.
Skema pengaruh, dampak dan tanggapan manusia terhadap perubahan iklim
Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer disebabkan oleh kegiatan manusia di berbagai sektor, antara lain:
1. Energi
Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas alam dalam berbagai kegiatan, misalnya pada pembangkitan listrik, transportasi dan industri, akan memicu bertambahnya jumlah emisi GRK di atmosfer. Walaupun sama-sama menghasilkan emisi GRK, namun emisi yang dihasilkan dari penggunaan ketiga jenis bahan bakar fosil tersebut berbeda-beda. Untuk menghasilkan energi sebesar 1 kWh, pembangkit listrik yang menggunakan batubara mengemisikan sekitar 940 gram CO2. Sementara pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi dan gas alam, menghasilkan emisi sekitar 798 dan 581 gram CO2 (Meiviana, dkk., 2004).
Tahun 2009 pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan kebutuhan batubara dalam negeri sebanyak 68,3 juta ton, dimana sekitar 41,4 juta ton untuk pembangkit listrik. coba dihitung berapa banyak CO2 yg diemisikan…
Di Indonesia, di antara sektor lainnya, sektor energi menempati urutan kedua sebagai sumber GRK yaitu sekitar 25% dari total emisi. Sementara dari sisi pemanfaatan energi di Indonesia, sektor industri merupakan sektor pengemisi GRK terbesar, diikuti oleh sektor transportasi.

Emisi GRK Indonesia Tahun 1994
2. Kehutanan
Salah satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap emisi GRK, biasa disebut carbon sink. Hutan bekerja untuk menyerap dan mengubah karbondioksida (CO2), salah satu jenis GRK, menjadi oksigen (O2) untuk kebutuhan mahluk hidup. Oleh karena itu kegiatan pengrusakan hutan, penebangan hutan, perubahan kawasan hutan menjadi bukan hutan, menyebabkan lepasnya sejumlah emisi GRK yang sebelumnya disimpan di dalam pohon.
Seharusnya dengan luasnya kawasan hutan di Indonesia, sekitar 120 juta ha (Tahun 2008), maka emisi GRK yang dapat diserap jumlahnya cukup banyak. Namun dengan laju kerusakan hutan sekitar 1.09 juta hektar per tahun untuk kurun waktu tahun 2000-2006 (SLHI, 2008), tak heran jika sektor kehutanan merupakan penyumbang emisi GRK terbesar di Indonesia. Menurut The First National Communication yang berisi inventarisasi GRK di berbagai Negara, sekitar 64% dari total emisi GRK di Indonesia dihasilkan dari sektor kehutanan (Meiviana, dkk., 2004).
3. Pertanian dan Peternakan
Sektor pertanian dan peternakan juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi GRK di atmosfer. Dari sektor pertanian, emisi GRK dihasilkan dari sawah yang tergenang, pemanfaatan pupuk, pembakaran padang savana, dan pembusukan sisa-sia pertanian. Sektor pertanian menurut The First National Communication secara umum menghasilkan emisi GRK hanya sekitar 8%. Namun sektor ini menghasilkan emisi gas metana tertinggi dibandingkan sektor lainnya.
Sementara dari sektor peternakan, emisi GRK berupa gas metana (CH4) dilepaskan dari kotoran ternak yang membusuk. Sesungguhnya untuk mengurangi emisi GRK dari sector ini, kotoran ternak dapat diolah untuk menjadi biogas, bahan bakar yg ramah lingkungan.
4. Sampah
Manusia dalam setiap kegiatannya hampir selalu menghasilkan sampah. Sampah sendiri turut menghasilkan emisi GRK berupa gas metana (CH4), walaupun dalam jumlah yang cukup kecil jika dibandingkan dengan emisi GRK yang dihasilkan dari sektor kehutanan dan energi.
Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, diperkirakan pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan per hari sekitar 500 juta kg/hari atau 190 ribu ton/tahun. Ini berarti pada tahun tersebut Indonesia akan mengemisikan gas metana ke atmosfer sebesar 9500 ton. Sampah kota perlu dikelola secara benar, agar laju perubahan iklim bisa diperlambat.

Emisi Karbon per orang di beberapa negara

Trend emisi GRK yang disebabkan oleh manusia dari tahun 1970 sampai 2004

About
Planet Geo Indonesia is a GIS/geo- related blog aggregator, written by Indonesian bloggers and mostly in Indonesian Language... read on »
Contributors
Except otherwise noted BK and Geografiana.com has no affiliation whatsoever with the authors. All materials, links, copyrights, opinions expressed in each blog solely belongs to the original authors.
Got something to say?
Link to this site
Feel free to use this image to promote this planet on your website/weblog, you can simply copy-and-paste the code below:

All opinions belong to their respective owners, others, copyright © 2006-2007 Buana Katulistiwa.





